Monday, June 9, 2014

Kehamilan lewat jatuh tempo

Usia kehamilan yang sudah lewat jatuh tempo

Kehamilan Lewat Jatuh Tempo, Apa Penyebabnya?
Redaksi Go4HealthyLife.com
7 Juni 2012
Pregnancy
Belum ada Rating

Go4HealthyLife.com, Jakarta- Kehamilan yang lewat jatuh tempo memang dapat membuat cemas dan gelisah. Tanggal prakiraan lahir sudah lewat, namun Anda tetap saja hamil. Apa yang terjadi?
Meskipun tanggal jatuh tempo persalinan mungkin tampaknya memiliki kualitas magis, ini hanyalah sebuah prakiraan kapan bayi Anda paling mungkin untuk dilahirkan. Jadi, sangat normal untuk melahirkan satu sampai dua minggu sebelum atau setelah tanggal jatuh tempo, demikian menurut Mayoclinic.
Seseorang mungkin mengalami kehamilan lewat jatuh tempo jika:
1. Tanggal yang tepat dari awal periode menstruasi terakhir Anda tidak diketahui.
2. Ini adalah kehamilan pertama Anda.
3. Sudah terjadi kehamilan meskipun belum terlambat haid.
4. Kehamilan lewat waktu sering terjadi dalam keluarga.
5. Bayi berjenis kelamin laki-laki.
6. Ibu hamil obesitas alias kegemukan.
Kehamilan lewat waktu mungkin berkaitan dengan masalah pada plasenta atau bayi, namun itu kasus yang jarang terjadi.
Apa pun penyebabnya, kehamilan yang terlalu lama membuat ibu hamil merasa lelah. Anda mungkin terasa sakit dan pergelangan kaki Anda mungkin membengkak, harus berjuang dengan sakit maag dan wasir, sulit tidur karena tidak bisa merasa nyaman, atau kecemasan tentang persalinan mungkin membuat Anda tetap terjaga.
Yakinlah, kehamilan yang terlambat tidak akan berlangsung selamanya. Persalinan bisa terjadi kapan saja.
Jika kehamilan terus berlangsung meski prakiraan tanggal persalinan telah lewat, kunjungi dokter atau petugas kesehatan. Mereka akan melihat tanda-tanda komplikasi, seperti preeklampsia. Leher rahim Anda mungkin akan diperiksa untuk melihat apakah mulai menipis dan melebar dalam persiapan untuk persalinan.
Jika kehamilan berlangsung lebih dari satu minggu terakhir sejak tanggal jatuh tempo, dokter mungkin melacak detak jantung bayi anda dengan monitor janin elektronik atau menggunakan ultrasound untuk mengamati gerakan bayi dan mengukur jumlah cairan ketuban.
Kadang lebih baik untuk melahirkan lebih cepat dibandingkan terlambat, terutama jika kehamilan berlanjut satu hingga dua minggu terakhir dari tanggal jatuh tempo. Kehamilan yang lama akan berpengaruh pada bayi, misalnya ukurannya lebih besar yang menyulitkan persalinann normal.
Selain itu, jumlah cairan ketuban mungkin mulai berkurang sebagai imbas pertumbuhan bayi. Kondisi ini bisa menyebabkan tali pusat menjadi terjepit akibat gerakan bayi atau kontraksi rahim. Dalam beberapa kasus, umur plasenta mungkin berkompromi dengan kemampuan bayi untuk berkembang dalam rahim Anda. Bayi yang jatuh tempo juga lebih mungkin untuk menghirup limbah kotoran (mekonium), yang dapat menyebabkan masalah pernapasan atau infeksi setelah lahir. Bicarakan hal ini dengan dokter Anda! (foto: Google).

No comments:

Post a Comment